Subscribe:

Categories

Sponsor

Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2011

WiFi Withdrawal Can Be Terrifying

By Jan Legnitto Platinum Quality Author


Article Source: http://EzineArticles.com/6163266

Have you noticed lately that your mission to stay connected is resulting in strange behavior? Are you spending more hour and more and more time at Starbucks without purchasing any coffee? Has the public library turned into your home away from home, even though you hardly open a book? Do you find yourself lingering at airports long after your plane has landed to get your WiFi fix? If this sounds ordinary, you may be experiencing the signs of WiFi withdrawal. But you can take ease in the fact that you're not alone. WiFi enabled devices have started a communications transformation. Young Americans on the go are increasingly living more of their lives on the Internet.

Coffee, Tea, TV or WiFi?

Remember that exceptional quote from The Social Network: "First we lived on farms, then we lived in cities; and now we live on the Internet." A recent study by Wakefield Research for the Wi-Fi Alliance drives that point home. It discovered that two-thirds of 1000 millennial in the U.S. (ages 18 to 29) spend more hours on WiFi devices than they do watching TV. Seventy-five percent of young adults stated they would be muddier without WiFi access for a week than they would during a week without coffee or tea. According to the survey, millennial view WiFi as a necessity, not an indulgence. Almost 70% of young Americans devote greater than four hours daily using WiFi enabled devices. Without them, they claim it would be hard to keep up with family and friends. Evidently studying without wireless is no longer a viable option. Eighty-seven percent of U.S. participants said they need to have access to WiFi in schools and universities. On top of that, more than 50% stated they had to have WiFi in restaurants and retail areas. It makes you wonder how we ever managed to received an education or shop for groceries without WiFi.

The Crazy Things We Do to Get Connected

WiFi hungry road warriors have done some very weird things in their quest to connect. A Michigan man was fined $400 and given 40 hours of community service for hijacking an open WiFi connection outside a coffee shop for a week. How about you? Have you ever stolen a free WiFi connection without paying for a cup of coffee? Or maybe you've gone one long bus rides or cab rides in different cities in order to use free WiFi? At home, have you noticed yourself holding your laptop out the window, "borrowing" your neighbor's wireless network in order to save a few dollars? A creative young man studying abroad went one step further. He crafted a wireless antenna from a kitchen strainer, a magic marker and some Scotch tape. His main difficult task - holding the dish just right to keep it connected. We've also heard about people going on the roof to turn their television antennas into wireless Internet antennas. Well, that's enough of the wireless sociology class. Besides sliding off the roof or getting hit by lightning - or your neighbor - connecting to WiFi access points has other hazards. Here's how you can practice "safe access" when you connect to a public wireless network.

What You Can Do

Install a firewall and antivirus defense and make sure it's up to date.
Turn off file sharing options to prevent hackers from seeing your shared files and folders.
Check to confirm the access point you're connecting to is the real WiFi hotspot, not an Evil Twin. Recall, Evil Twins are great shams. When in doubt, ask the establishment where its WiFi hotspot is and what it should look like when connecting.
Stay away from accessing sensitive information such as bank accounts, passwords and credit card numbers when you're connecting to public WiFi networks.
Use a VPN (virtual private network) like Private WiFi to guarantee that your information goes through a secure tunnel that's invisible to hackers.

If you've done some crazy things to get connected - we'd like to hear about them. Tell us how your WiFi wanderlust turned out.

Jan Legnitto is an investigative journalist and documentary producer who writes about criminal justice and intelligence issues. Jan is also a frequent contributor to the Private I blogs on Private WiFi, Wireless Sensitive Information.

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Jan_Legnitto

Article Source: http://EzineArticles.com/6163266

4 Kesalahan Blog Perusahaan

Ardhi Suryadhi - detikinet




Jakarta - Sejumlah perusahaan saat ini mulai melirik blog untuk menuangkan berbagai informasi serta untuk lebih mendekatkan diri dengan para stakeholder-nya. Namun awas, ada 4 kesalahan yang biasa dilakukan blog perusahaan.

1. Memulai Tanpa Strategi
Jangan memulai blog perusahaan Anda tanpa tujuan yang jelas. Sebab, tujuan ini selanjutnya akan berpengaruh terhadap isi blog tersebut. Jangan pula menganggap remeh blog ini hanya karena lantaran para penggunjungnya cuma sedikit. Sebab bisa jadi, dari segelintir orang itu justru yang akan menjadi klien atau partner bisnis perusahaan Anda.

"Kesalahan terbesar dari kebanyakan small business adalah ketika mereka menganggap kegiatan blogging itu sebagai suatu tugas yang mudah," tukas Marjorie R. Asturias, President dari perusahaan web marketing Blue Volcano Media, dikutip detikINET dari Mashable, Rabu (23/3/2011).

Ketika memikirkan strategi blog perusahaan Anda sebaiknya mempertimbangkan, apa tujuan dari blog ini? Apakah blog ini dapat menunjang bisnis perusahaan? Apa perlu mengalokasi sumber daya manusia yang khusus untuk mengelola blog ini? dan lainnya.

2. Berpikir Semua Hanya Tentang Perusahaan Anda

Inilah faktanya, perusahaan pasti ingin menunjukkan betapa hebatnya mereka di blog perusahaan yang mereka miliki. Sehingga dari hal itu, diharapkan akan menjadi sarana promosi bagi mereka kepada stakeholder-nya.

Namun sayang, blog bukanlah press section. Blog memang bisa digunakan untuk berbagi informasi namun berbeda tempatnya untuk sharing berita kepada media. Kemudian, cobalah untuk lebih peka terhadap kebutuhan audiens Anda. Jangan membuat blog perusahaan yang isinya cuma jualan, jualan, dan jualan.

Berikan informasi yang membantu audiens blog perusahaan Anda. Misalnya, memberikan tips & trik, informasi dari lembaga riset, data statistik, dan informasi berguna lainnya. Sesekali, tak ada salahnya juga mengumbar kelebihan produk yang dikeluarkan perusahaan Anda.

3. Gagal Membangun Link


Memiliki banyak link atau jaringan merupakan keunggulan yang bisa didapat lewat sebuah blog. Jadi, sangat disayangkan ketika sebuah blog perusahaan tak memiliki link sama sekali.

Link di sini juga bisa berarti dengan meng-link informasi yang Anda sampaikan di blog dengan sebuah sumber yang Anda kutip. Membuat link seperti ini bukan hanya masalah etika, namun juga demi menciptakan hubungan baik dengan sumber informasi lainnya.

"Ketika Anda menulis tentang saya, maka saya ingin membayarnya kembali. Jangan berpikir bahwa dengan 'mempromosikan' pihak lain jadi akan mendorong audiens Anda pergi. Ada banyak audiens yang berkeliaran di luar sana. Ketika Anda telah mengidentifikasi sesuatu yang luar biasa kepada audiens Anda, maka posting lah!," ujar Douglas Karr, penulis buku Corporate Blogging for Dummies.

4. Abaikan Media Sosial
Ketika Anda memposting tulisan baru, cobalah dilempar ke Twitter dan Facebook untuk didiskusikan lebih lanjut. Namun pastikan profil di akun media sosial Anda itu terhubung dengan blog perusahaan.

Nah, ketika sudah mendapat feedback dari pihak lain tentang tulisan tersebut, segera merespons. Jangan biarkan mereka menunggu dan buat mereka merasa dihargai dengan respon cepat Anda.

"Ingat, keuntungan terbesar dari media sosial adalah membangun hubungan. Jadi Anda harus berusaha untuk mengikatkan diri dengan pembaca dan merespons mereka sesegera mungkin. Buat mereka merasa berharga terhadap komunitas online Anda," imbuh Susan Gunelius, CEO perusahaan marketing communication KeySplash Creative.

sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/03/23/115858/1599381/510/4-kesalahan-blog-perusahaan/

KIAT MEMBASMI VIRUS RANMIT DARI KOMPUTER

Trisno Heriyanto - detiknet





Jakarta - Meski terbilang baru, namun penyebaran virus Ramnit memang cepat. Bahkan karena kecanggihannya yang mampu men-download virus lain, program jahat ini tergolong salah satu trojan yang sulit diberantas.

Nah setelah mengetahui ciri-cirinya, berikut adalah langkah-langkah untuk menghapus virus Ramnit yang disampaikan Alfons Tanujaya, analis antivirus Vaksincom, kepada detikINET, Selasa (1/2/2011).

Karena menginfeksi file berekstensi exe, dll, dan html, maka pembersihan sebaiknya dilakukan pada modus DOS. Untuk mempermudah pembersihan silahkan gunakan Windows Mini PE Live CD, lalu downlad tool gratis Dr.Web CureIt!

Agar optimal, sebaiknya semua media termasuk hardsisk dan flashdisk discan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan Ramnit akan menaruh beberapa media penyimpanan.

Sebelum melakukan pembersihan sebaiknya blok file duplikat virus dengan menggunakan fitur 'Software Restriction Policies'. Fitur ini hanya ada pada system operasi Windows XP Pro, Vista, 7, Server 2003 dan Server 2008.

Hubungkan flashdisk atau pun hardsik eksternal ke komputer. Lalu download aplikasi gratisan Dr Web Live CD pada situs berikut ini. Setelah hal tersebut usai dilakukan, pengguna bisa melanjutkan langkah-langkah berikut.
  1. Setelah software Dr.Web LiveCD berhasil di-download, burn kedalam CD/DVD
  2. Hubungkan flashdisk dan hardsik eksternal ke komputer
  3. Booting komputer melalui CD/DVD ROM
  4. Kemudian akan muncul layar 'Welcome to Dr.Web LiveCD
  5. Pilih 'Dr.Web LiveCD (Default)' kemudian tekan tombol 'Enter' pada keyboard
  6. Tunggu beberapa saat sampai muncul interface Dr.Web LiveCD yang akan menampilkan aplikasi 'Dr.Web Scanner' secara otomatis. Dr.Web Scanner ini berfungsi untuk melakukan pemeriksaan terhadap komputer anda dari kemungkinan adanya virus
  7. Untuk scan hardisk, pada layar 'Dr.Web Scanner' pilih lokasi drive yang akan di periksa dan pastikan Anda check list opsi 'Scan subdirectories' agar Dr.Web dapat melakukan pemeriksaan terhadap direktori dan subdirektori agar pembersihan lebih optimal. Jika layar Dr.Web Scanner tidak muncul klik ganda icon 'Dr.Web Scanner' yang terdapat pada Desktop.
  8. Kemudian klik tombol [Start] untuk memulai proses pemeriksaan
  9. Tunggu beberapa saat sampai proses scan selesai dilakukan. Jika ditemukan adanya virus, Dr.Web akan menginformasikan file yang terinfeksi dan jenis virus yang menginfeksi pada kolom informasi virus yang tersedia.
  10. Klik tombol [Select All] untuk memilih semua objek/file yang akan di bersihkan atau Anda dapat menentukan file mana saja yang akan Anda bersihkan dengan check list pada opsi yang tersedia
  11. kemudian klik tombol [Cure] untuk membersihkan file yang telah terinfeksi virus
  12. Tunggu sampai proses pembersihan selesai dilakukan
  13. Scan ulang komputer untuk memastikan komputer bersih dari virus
  14. Restart komputer.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/02/01/144235/1558130/510/kiat-membasmi-virus-ramnit-dari-komputer/



Minggu, 30 Januari 2011

MENGATASI PESAN ERROR 711 PADA WINDOWS 7

mungkin anda pernah mengalami tidak bisa melakukan dialup dengan modem usb pada windows 7. Padahal settingan modem sudah betul. Ketika melakukan dialup muncul pesan error 711. seperti gambar dibawah ini.Dalam pesan itu sudah jelas bahwa komputer tidak bisa memulai remote access connection. maka anda harus mengaktifkan remote access conection pada services.
caranya klik start >> administratif tools >> services
kemudian akan muncul windows seperti gambar dibawah ini.

anda fokuskan mata anda pada services yang saya lingkari.
1. anda pastikan secure socket tunneling protocol services dalam keadaan aktif. jika belum aktif lakukan klik kanan >> propertis. pada startup type pilih automatic. kemudian klik apply >> klik start >> ok.
2. lakukan hal yang sama pada remote access auto conection manager dan remote access conection manager seperti perintah no 1.
sekarang coba lagi lakukan dialup.

setelah anda membaca posting ini harap memberi komentar supaya saya bisa membuat posting yang lainnya.


Popular Posts